_

Kaidah

Kepengurusan Baru Maenpo Cikalong Pancer Bumi

by on Dec.07, 2011, under Kaidah

Hari Minggu yang lalu, 4 Desember 2011,
telah berlangsung rapat kepengurusan Pabuci di Cianjur.
Rapat ini dilaksanakan selain untuk lebih mengaktifkan kepengurusan Pabuci, juga dikarenakan Ketua Umum Pabuci, Bapak Djunaedi Sajidiman telah mengundurkan diri.
(continue reading…)

Comments Off :, , , , , more...

Prinsip-prinsip Pembelajaran Maenpo Cikalong

by on Jul.30, 2009, under Filosofi, Kaidah

Seorang murid atau seseorang yang ingin belajar/mempelajari maenpo cikalong, perlu memperhatikan beberapa prinsip dasar di luar jurus, teknik, aplikasi dan kaedah rasa. Beberapa prinsip dasar itu adalah :

  1. Ikhlas,
    yang pertama perlu ditaati adalah niatkan untuk belajar secara ikhlas. Dalam artian tidak ada maksud-maksud tersembunyi seperti hanya sekedar mencoba, ingin mendapatkan kaedah-kaedah tertentu nya saja, atau jurus/teknik tertentu untuk kepentingan pribadi. Niatkan lah untuk belajar secara ikhlas, yaitu memang ingin menekuni, menguasai, melestarikan dan mengembangkan untuk kemaslahatan diri sendiri dan masyarakat.
  2. Cinta,
    yang kedua adalah cintailah maenpo ini maka dia akan mencintai kita. Dengan niat yang ikhlas, maka akan timbul cinta terhadap nya dan insyaallah kita akan dimudahkan dalam menuntut ilmu ini.
  3. Sabar,
    maenpo cikalong adalah silat yang mengutamakan rasa. Yang dikejar untuk dikuasai adalah “rasa”. Kadang seperti membosankan, sekilas sepertinya dari waktu ke waktu yang dipelajari cuma itu-itu saja. Padahal kita tidak menyadari bahwa sudah ada peningkatan dari pelajaran yang kita dapatkan. Oleh karena itu bersabarlah.
  4. Kemauan yang kuat,
    insyaallah dengan kemauan yang kuat para guru dan pelatih pun akan dengan senang hati menurunkan ilmu nya.
  5. Banyak bertanya,
    bukan dalam artian cerewet tapi asal bunyi. Bertanya lah apa yang tidak kita mengerti, tapi sebelum bertanya coba dan usaha lebih dulu. Setelah terasa mentok barulah bertanya. Insyaallah selanjut nya akan terus mengerti.
  6. Kejarlah untuk “mengerti” tidak hanya sekedar bisa. Dengan pengertian, maka semua pelajaran akan diterima dengan lebih mudah.
  7. Takdir, di luar semua itu, kita harus kembalikan semua nya kepada Yang Maha Kuasa. Takdir NYA lah yang menentukan seberapa jauh ilmu yang akan kita dapatkan dan kuasai dari Maenpo Cikalong ini.

Demikian beberapa prinsip yang saya sarikan dari petuah dan petunjuk sang guru.

Wabillahi Taufik wal Hidayah

Leave a Comment :, more...

SILSILAH

by on Jul.19, 2009, under Filosofi, Kaidah, Tokoh

silsilah

Comments Off : more...

Kata kata Bijak dan Petuah dalam Maenpo Cikalong

by on Jul.09, 2009, under Filosofi, Kaidah

Membeladiri bukan untuk mencelakai lawan, namun Membeladiri dan menyelamatkan lawan

Amanat dari Raden Haji Ibrahim:
Jangan menyombongkan guru, lebih-lebih jangan menyombongkan diri sendiri mahir maenpo, Menunjukkannya di mana-mana, sebab dapat menimbulkan fitnah, menghina dan menjelek jelekan penca yang lain, Takabur, Ujub dan ria (sombong) dengan harapan disebut mahir maenpo atau ingin di takuti orang lain

Amanat dari Raden Obing Ibrahim:
Diingatkan kepada semua yang sedang belajar atau yang sudah belajar amengan (penca), janganlah sampai melanggar nasihat gurunya, seperti mencoba ilmu orang lain atau memamerkan gerakan di jalan atau di tempat umum, sebab hal demikian kurang pantas. Belajar amengan itu tidak ada akhirnya, selamanya kita belajar terus, berakhir hanya pada saat meninggal.

Pada waktu mencapai ilmu yang tinggi perilaku menjadi hati-hati dan waspada, apa yang terjadi dihadapi.

Sangat sulit untuk mengetahui siapa yang sudah tinggi ilmunya dan siapa yang masih rendah, sebab apa yang tampak , misalnya kebagusan ibing (tari penca) tidak dapat di jadikan patokan kemahiran penca.

Pada saat bersambung baru dapat di tentukan apakah seseorang itu lebih tinggi, sama, atau lebih rendah

Semua ameng (baik yang ada di tanah Sunda maupun yang berasal dari luar) tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, sungguh semuanya biasa saja, menjadi jelek untuk yang masih bodoh , sedangkan bagi yang sudah mahir tetap bagus, jadi tidak tergantung ameng yang mana, melainkan pada kemahiran atau kebodohannya

R. Obing Ibrahim

“Padahal sadajana ameng oge henteu aja anoe langkoeng sae atanapi awon, estoe loembrah bae, awon soteh kanggo anoe masih bodo, da kanggo anoe parantos pinter mah tetep saena, teu goemantoeng kana ameng itoe ameng ieu. saha saha anoe kawon nawiskeun jen bodo keneh.”

Padahal semua maenan tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, lumrah saja jelek buat yang masih bodoh. untuk yang sudah pintar tetap saja bagus, tidak tergantung pada permainannya. barang siapa yang kalah maka dia masih bodoh.

Comments Off :, more...

Jurus

by on Jul.09, 2009, under Jurus, Kaidah

Jurus
Jurus dalam Maenpo Cikalong yang diajarkan oleh Pabuci terdiri dari 10 jurus dasar dan 3 pancer.

10 jurus dasar itu terdiri dari :

  1. Jurus
  2. Suliwa
  3. Serong
  4. Kocet
  5. Susun
  6. Tomplok
  7. Lipet Potong
  8. Potong serong
  9. Jurus Tujuh
  10. Serut

(continue reading…)

Leave a Comment : more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Para Sahabat

A few highly recommended websites...

Kaidah « Maenpo Cikalong Pancer Bumi
_

Kaidah

Kepengurusan Baru Maenpo Cikalong Pancer Bumi

by on Dec.07, 2011, under Kaidah

Hari Minggu yang lalu, 4 Desember 2011,
telah berlangsung rapat kepengurusan Pabuci di Cianjur.
Rapat ini dilaksanakan selain untuk lebih mengaktifkan kepengurusan Pabuci, juga dikarenakan Ketua Umum Pabuci, Bapak Djunaedi Sajidiman telah mengundurkan diri.
(continue reading…)

Comments Off :, , , , , more...

Prinsip-prinsip Pembelajaran Maenpo Cikalong

by on Jul.30, 2009, under Filosofi, Kaidah

Seorang murid atau seseorang yang ingin belajar/mempelajari maenpo cikalong, perlu memperhatikan beberapa prinsip dasar di luar jurus, teknik, aplikasi dan kaedah rasa. Beberapa prinsip dasar itu adalah :

  1. Ikhlas,
    yang pertama perlu ditaati adalah niatkan untuk belajar secara ikhlas. Dalam artian tidak ada maksud-maksud tersembunyi seperti hanya sekedar mencoba, ingin mendapatkan kaedah-kaedah tertentu nya saja, atau jurus/teknik tertentu untuk kepentingan pribadi. Niatkan lah untuk belajar secara ikhlas, yaitu memang ingin menekuni, menguasai, melestarikan dan mengembangkan untuk kemaslahatan diri sendiri dan masyarakat.
  2. Cinta,
    yang kedua adalah cintailah maenpo ini maka dia akan mencintai kita. Dengan niat yang ikhlas, maka akan timbul cinta terhadap nya dan insyaallah kita akan dimudahkan dalam menuntut ilmu ini.
  3. Sabar,
    maenpo cikalong adalah silat yang mengutamakan rasa. Yang dikejar untuk dikuasai adalah “rasa”. Kadang seperti membosankan, sekilas sepertinya dari waktu ke waktu yang dipelajari cuma itu-itu saja. Padahal kita tidak menyadari bahwa sudah ada peningkatan dari pelajaran yang kita dapatkan. Oleh karena itu bersabarlah.
  4. Kemauan yang kuat,
    insyaallah dengan kemauan yang kuat para guru dan pelatih pun akan dengan senang hati menurunkan ilmu nya.
  5. Banyak bertanya,
    bukan dalam artian cerewet tapi asal bunyi. Bertanya lah apa yang tidak kita mengerti, tapi sebelum bertanya coba dan usaha lebih dulu. Setelah terasa mentok barulah bertanya. Insyaallah selanjut nya akan terus mengerti.
  6. Kejarlah untuk “mengerti” tidak hanya sekedar bisa. Dengan pengertian, maka semua pelajaran akan diterima dengan lebih mudah.
  7. Takdir, di luar semua itu, kita harus kembalikan semua nya kepada Yang Maha Kuasa. Takdir NYA lah yang menentukan seberapa jauh ilmu yang akan kita dapatkan dan kuasai dari Maenpo Cikalong ini.

Demikian beberapa prinsip yang saya sarikan dari petuah dan petunjuk sang guru.

Wabillahi Taufik wal Hidayah

Leave a Comment :, more...

SILSILAH

by on Jul.19, 2009, under Filosofi, Kaidah, Tokoh

silsilah

Comments Off : more...

Kata kata Bijak dan Petuah dalam Maenpo Cikalong

by on Jul.09, 2009, under Filosofi, Kaidah

Membeladiri bukan untuk mencelakai lawan, namun Membeladiri dan menyelamatkan lawan

Amanat dari Raden Haji Ibrahim:
Jangan menyombongkan guru, lebih-lebih jangan menyombongkan diri sendiri mahir maenpo, Menunjukkannya di mana-mana, sebab dapat menimbulkan fitnah, menghina dan menjelek jelekan penca yang lain, Takabur, Ujub dan ria (sombong) dengan harapan disebut mahir maenpo atau ingin di takuti orang lain

Amanat dari Raden Obing Ibrahim:
Diingatkan kepada semua yang sedang belajar atau yang sudah belajar amengan (penca), janganlah sampai melanggar nasihat gurunya, seperti mencoba ilmu orang lain atau memamerkan gerakan di jalan atau di tempat umum, sebab hal demikian kurang pantas. Belajar amengan itu tidak ada akhirnya, selamanya kita belajar terus, berakhir hanya pada saat meninggal.

Pada waktu mencapai ilmu yang tinggi perilaku menjadi hati-hati dan waspada, apa yang terjadi dihadapi.

Sangat sulit untuk mengetahui siapa yang sudah tinggi ilmunya dan siapa yang masih rendah, sebab apa yang tampak , misalnya kebagusan ibing (tari penca) tidak dapat di jadikan patokan kemahiran penca.

Pada saat bersambung baru dapat di tentukan apakah seseorang itu lebih tinggi, sama, atau lebih rendah

Semua ameng (baik yang ada di tanah Sunda maupun yang berasal dari luar) tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, sungguh semuanya biasa saja, menjadi jelek untuk yang masih bodoh , sedangkan bagi yang sudah mahir tetap bagus, jadi tidak tergantung ameng yang mana, melainkan pada kemahiran atau kebodohannya

R. Obing Ibrahim

“Padahal sadajana ameng oge henteu aja anoe langkoeng sae atanapi awon, estoe loembrah bae, awon soteh kanggo anoe masih bodo, da kanggo anoe parantos pinter mah tetep saena, teu goemantoeng kana ameng itoe ameng ieu. saha saha anoe kawon nawiskeun jen bodo keneh.”

Padahal semua maenan tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, lumrah saja jelek buat yang masih bodoh. untuk yang sudah pintar tetap saja bagus, tidak tergantung pada permainannya. barang siapa yang kalah maka dia masih bodoh.

Comments Off :, more...

Jurus

by on Jul.09, 2009, under Jurus, Kaidah

Jurus
Jurus dalam Maenpo Cikalong yang diajarkan oleh Pabuci terdiri dari 10 jurus dasar dan 3 pancer.

10 jurus dasar itu terdiri dari :

  1. Jurus
  2. Suliwa
  3. Serong
  4. Kocet
  5. Susun
  6. Tomplok
  7. Lipet Potong
  8. Potong serong
  9. Jurus Tujuh
  10. Serut

(continue reading…)

Leave a Comment : more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Para Sahabat

A few highly recommended websites...

Kaidah « Maenpo Cikalong Pancer Bumi
_

Kaidah

Kepengurusan Baru Maenpo Cikalong Pancer Bumi

by on Dec.07, 2011, under Kaidah

Hari Minggu yang lalu, 4 Desember 2011,
telah berlangsung rapat kepengurusan Pabuci di Cianjur.
Rapat ini dilaksanakan selain untuk lebih mengaktifkan kepengurusan Pabuci, juga dikarenakan Ketua Umum Pabuci, Bapak Djunaedi Sajidiman telah mengundurkan diri.
(continue reading…)

Comments Off :, , , , , more...

Prinsip-prinsip Pembelajaran Maenpo Cikalong

by on Jul.30, 2009, under Filosofi, Kaidah

Seorang murid atau seseorang yang ingin belajar/mempelajari maenpo cikalong, perlu memperhatikan beberapa prinsip dasar di luar jurus, teknik, aplikasi dan kaedah rasa. Beberapa prinsip dasar itu adalah :

  1. Ikhlas,
    yang pertama perlu ditaati adalah niatkan untuk belajar secara ikhlas. Dalam artian tidak ada maksud-maksud tersembunyi seperti hanya sekedar mencoba, ingin mendapatkan kaedah-kaedah tertentu nya saja, atau jurus/teknik tertentu untuk kepentingan pribadi. Niatkan lah untuk belajar secara ikhlas, yaitu memang ingin menekuni, menguasai, melestarikan dan mengembangkan untuk kemaslahatan diri sendiri dan masyarakat.
  2. Cinta,
    yang kedua adalah cintailah maenpo ini maka dia akan mencintai kita. Dengan niat yang ikhlas, maka akan timbul cinta terhadap nya dan insyaallah kita akan dimudahkan dalam menuntut ilmu ini.
  3. Sabar,
    maenpo cikalong adalah silat yang mengutamakan rasa. Yang dikejar untuk dikuasai adalah “rasa”. Kadang seperti membosankan, sekilas sepertinya dari waktu ke waktu yang dipelajari cuma itu-itu saja. Padahal kita tidak menyadari bahwa sudah ada peningkatan dari pelajaran yang kita dapatkan. Oleh karena itu bersabarlah.
  4. Kemauan yang kuat,
    insyaallah dengan kemauan yang kuat para guru dan pelatih pun akan dengan senang hati menurunkan ilmu nya.
  5. Banyak bertanya,
    bukan dalam artian cerewet tapi asal bunyi. Bertanya lah apa yang tidak kita mengerti, tapi sebelum bertanya coba dan usaha lebih dulu. Setelah terasa mentok barulah bertanya. Insyaallah selanjut nya akan terus mengerti.
  6. Kejarlah untuk “mengerti” tidak hanya sekedar bisa. Dengan pengertian, maka semua pelajaran akan diterima dengan lebih mudah.
  7. Takdir, di luar semua itu, kita harus kembalikan semua nya kepada Yang Maha Kuasa. Takdir NYA lah yang menentukan seberapa jauh ilmu yang akan kita dapatkan dan kuasai dari Maenpo Cikalong ini.

Demikian beberapa prinsip yang saya sarikan dari petuah dan petunjuk sang guru.

Wabillahi Taufik wal Hidayah

Leave a Comment :, more...

SILSILAH

by on Jul.19, 2009, under Filosofi, Kaidah, Tokoh

silsilah

Comments Off : more...

Kata kata Bijak dan Petuah dalam Maenpo Cikalong

by on Jul.09, 2009, under Filosofi, Kaidah

Membeladiri bukan untuk mencelakai lawan, namun Membeladiri dan menyelamatkan lawan

Amanat dari Raden Haji Ibrahim:
Jangan menyombongkan guru, lebih-lebih jangan menyombongkan diri sendiri mahir maenpo, Menunjukkannya di mana-mana, sebab dapat menimbulkan fitnah, menghina dan menjelek jelekan penca yang lain, Takabur, Ujub dan ria (sombong) dengan harapan disebut mahir maenpo atau ingin di takuti orang lain

Amanat dari Raden Obing Ibrahim:
Diingatkan kepada semua yang sedang belajar atau yang sudah belajar amengan (penca), janganlah sampai melanggar nasihat gurunya, seperti mencoba ilmu orang lain atau memamerkan gerakan di jalan atau di tempat umum, sebab hal demikian kurang pantas. Belajar amengan itu tidak ada akhirnya, selamanya kita belajar terus, berakhir hanya pada saat meninggal.

Pada waktu mencapai ilmu yang tinggi perilaku menjadi hati-hati dan waspada, apa yang terjadi dihadapi.

Sangat sulit untuk mengetahui siapa yang sudah tinggi ilmunya dan siapa yang masih rendah, sebab apa yang tampak , misalnya kebagusan ibing (tari penca) tidak dapat di jadikan patokan kemahiran penca.

Pada saat bersambung baru dapat di tentukan apakah seseorang itu lebih tinggi, sama, atau lebih rendah

Semua ameng (baik yang ada di tanah Sunda maupun yang berasal dari luar) tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, sungguh semuanya biasa saja, menjadi jelek untuk yang masih bodoh , sedangkan bagi yang sudah mahir tetap bagus, jadi tidak tergantung ameng yang mana, melainkan pada kemahiran atau kebodohannya

R. Obing Ibrahim

“Padahal sadajana ameng oge henteu aja anoe langkoeng sae atanapi awon, estoe loembrah bae, awon soteh kanggo anoe masih bodo, da kanggo anoe parantos pinter mah tetep saena, teu goemantoeng kana ameng itoe ameng ieu. saha saha anoe kawon nawiskeun jen bodo keneh.”

Padahal semua maenan tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, lumrah saja jelek buat yang masih bodoh. untuk yang sudah pintar tetap saja bagus, tidak tergantung pada permainannya. barang siapa yang kalah maka dia masih bodoh.

Comments Off :, more...

Jurus

by on Jul.09, 2009, under Jurus, Kaidah

Jurus
Jurus dalam Maenpo Cikalong yang diajarkan oleh Pabuci terdiri dari 10 jurus dasar dan 3 pancer.

10 jurus dasar itu terdiri dari :

  1. Jurus
  2. Suliwa
  3. Serong
  4. Kocet
  5. Susun
  6. Tomplok
  7. Lipet Potong
  8. Potong serong
  9. Jurus Tujuh
  10. Serut

(continue reading…)

Leave a Comment : more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Para Sahabat

A few highly recommended websites...